Independent Tour (Kegiatan di luar PPL)
1.
Menara
Petronas (Petronas
Twin Towers)
Perpustakaan Kuala Lumpur (Kuala Lumpur Library)
Perpustakaan Kuala Lumpur (Kuala Lumpur Library) adalah destinasi
wisata edukasi di pusat kota Kuala Lumpur, yang cocok untuk pencinta buku dan
budaya. Terletak dekat dengan Dataran Merdeka, perpustakaan ini menawarkan
koleksi buku yang beragam, fasilitas modern, dan lingkungan yang nyaman untuk
belajar dan membaca.
Dataran Merdeka
Dataran Merdeka adalah alun-alun
bersejarah di Kuala Lumpur, Malaysia. Tempat ini menjadi simbol kemerdekaan
Malaysia karena di sini bendera Union Jack diturunkan dan bendera Malaysia
dikibarkan untuk pertama kalinya pada 31 Agustus 1957. Dan Masjid Jamek (Jamek
Mosque) adalah salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur, dibangun pada tahun
1909. Masjid ini terletak di pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak, tempat
asal mula Kuala Lumpur.
Museum dan Galeri Seni Bank Negara
Malaysia (BNM
Museum and Art Gallery)
Batu Caves
Batu Caves adalah destinasi wisata ikonik
di Selangor, Malaysia, terkenal dengan gua alami yang dipadukan dengan situs
keagamaan Hindu. Terletak sekitar 13 kilometer di utara Kuala Lumpur, tempat
ini menjadi pusat spiritual sekaligus atraksi wisata yang populer.
Financial Services
Library (FSL)
Perpustakaan Jasa Keuangan (FSL)
berlokaksi di Kuala Lumpur merupakan pusat yang menumbuhkan budaya belajar yang
kuat dan mendukung penelitian di bidang ekonomi, perbankan, dan jasa keuangan
lainnya. Perpustakaan menyediakan lingkungan yang kondusif untuk penelitian dan
pembelajaran, serta ruang yang tenang untuk refleksi. Jam operasional Senin s/d
Jumat, pukul 09.00 s/d 18.00, kecuali hari libur nasional.
Jalan Petaling (Petaling Street)
Petaling
Street merupakan nama sebuah jalan di Pusat kota Kuala Lumpur yang menawarkan
banyak hal, mulai dari barang-barang antik, fashion, kebutuhan sehari-hari
hingga jajanan street food yang menggugah selera.
Chow Kit
Chow
Kit adalah suatu sub-daerah di tengah kota Kuala Lumpur, Malaysia. Ia berada di
sekitar Jalan Chow Kit, Jalan Haji Thaib, Jalan Pantai, dan Jalan Tuanku Abdul
Rahman. Nama kawasan ini diambil dari nama seorang penambang timah dan kanselor
kota, Loke Chow Kit.
Daerah ini juga dikenal sebagai
"Little Jakarta", karena banyak dihuni oleh para pendatang asal
Indonesia. Sebagian besar mereka adalah orang Minangkabau, Jawa, dan Aceh yang
banyak membuka restoran serta berniaga di kios-kios kecil. Belakangan ini, ada
pula satu komunitas kecil orang Afrika yang berasal dari Nigeria. Mayoritas
mereka menjadi pedagang di Bazaar Baru Chow Kit yang merupakan pasar pagi
terbesar di Kuala Lumpur.














Komentar
Posting Komentar