Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL)

 

Sejarah berdirinya SIK dimulai sejak dibukanya kembali Kantor Penghubung Republik Indonesia untuk Malaysia, 1967. SIK dibuka untuk memenuhi keperluan pendidikan bagi putera-puteri pegawai KBRI Malaysia. Atase Pendidikan saat itu, Bapak Bambang Sumadio menanggapi positif dan meskipun dengan sarana prasarana yang terbatas, cikal bakal SIKL sudah mulai dalam bentuk pembelajaran seminggu sekali, setiap Hari Sabtu, oleh hanya dua orang guru saat itu, Bapak Umar Rauf dan Bapak Rawi Hadis.Kegiatan belajar berlangsung tersendat dan  sempat dihentikan karena mengalami kesulitan dalam pembiayaan.

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) memiliki peran strategis dan menjadi garda terdepan diplomasi pendidikan di Malaysia dalam konteks pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Sejak berdiri pada tanggal 10 Juli 1969, SIKL konsisten berkiprah memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat Indonesia di Malaysia yang mengacu pada dasar pendidikan nasional. Tak kalah pentingnya, bahwa sekolah Indonesia mengemban peran ganda dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia di tengah masyarakat Malaysia, bahkan kepada masyarakat negara-negara sahabat.

Sebagai upaya mengimbangi pesatnya perkembangan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan serta arus globalisasi dan modernisasi, sekolah yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur ini, senantiasa mengejar prestasi dan kualitas pendidikan, mulai dari tenaga pendidikan dan kependidikan, sarana, output, serta segala komponen penunjang jalannya kegiatan pembelajaran baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Dalam hal ini, pada tahun 2013, eksistensi dan peran SIKL mendapat perhatian serius Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk diakreditasi dan hasilnya meraih akreditasi A untuk semua jenjang pendidikan yaitu tingkat SD, SMP, dan SMA.

Sesuai visi SIKL sebagai institusi pendidikan yang bertaqwa, berbudi dan berbudaya, berprestasi serta berwawasan global merupakan satu tantangan besar sekolah Indonesia yang berada di luar negeri karena selain berusaha meningkatkan kerjasama kependidikan di tingkat internasional  juga senantiasa berusaha menjaga dan melestarikan seni budaya Indonesia sebagaimana tertera dalam misi sekolah demi tercapainya cita-cita dan harapan bangsa untuk membangun karater generasi muda Indonesia yang berbudi luhur serta bermartabat.


Komentar